Logo

Logo
Logo Wisatakotapopler.com
Lazada Indonesia

Wednesday, 28 October 2015

Kota Semarang

Lambang Kota Semarang


KOTA SEMARANG (Ibu Kota Jawa Tengah).


      Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-6 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1435 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).


     Tahun 1946 Inggris atas nama Sekutu menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda. Ini terjadi pada tanggal l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, wali kota Semarang sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak ada pemerintahan daerah kota Semarang. Namun para pejuang di bidang pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau daerah pengungsian di luar kota sampai dengan bulan Desember 1948. daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug, Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan. Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti pada masa kolonial dulu di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi, Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna memperlancar jalannya pemerintahan.

Hasil gambar untuk semarang 


      Semarang, adalah kota metropolis yang berkembang dengan banyak keajaiban alam dan sejarah yang patut untuk dijelajah. Ibu kota provinsi Jawa Tengah ini, terletak di Pantai Utara Jawa dan merupakan pelabuhan utama di sepanjang pesisir Pantai Utara. Banyak orang terkesima melihat bagaimana kota ini mempercantik diri dengan tetap mempertahankan budayanya yang heterogen. Di kota ini akan Anda rasakan sentuhan harmonisasi budaya Jawa bersama budaya China, Arab, dan Belanda.

 
Sejarah Semarang berasal dari abad ke-9, ketika itu Semarang dikenal sebagai Pergota. Kota ini memiliki situs sejarah berupa bangunan kolonial dan monumen kolonial yang masih berdiri sampai saat ini.

Posisinya Semarang yang terletak di Laut Jawa adalah strategis bagi perdagangan sejak dahulu. Kota ini sejak dahulu memang menjadi wadah pencampuran berbagai budaya dan etnis dari  Asia Timur dan Eropa. Saat Semarang dihuni sekira 1,5 juta jiwa.

 

Anda dapat melihat pengaruh budaya yang heterogen ini  dengan mengunjungi kawasan Kauman, Pecinan, dan Kota Lama.Bahkan, di Kota Lama yang dekat pelabuhan dapat Anda jelajahi bangunan tua bersejarah yang dulunya merupakan kawasan perdagangan Eropa. Landmark terbesar di sini adalah Geraja Blenduk, sebuah kubah gereja Belanda yang berasal dari tahun 1753.

Saat ini Semarang pun menjadi tempat singgah kapal pesiar asing yang berlabih Tanjung Emas. Wisatawan yang memanfaatkan kapal pesiar internasional berhenti di Semarang untuk mengunjungi berbagai tujuan wisata di Jawa Tengah termasuk Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Hasil gambar untuk semarang

Lumpia Semarang adalah makanan sejenis rollade berisi rebung, telur, daging ayam atau udang. Makanan ini wajib Anda coba saat berada di Semarang. Apabila Anda penggemar pecel maka bisa mencicipi  2 warung nasi pecel yang melegenda di Semarang, yaitu Warung Pecel Mbok Sador dan Warung Pecel Bu Sumo. Ada juga mie kopyok yang banyak dijual pedagang gerobak di berbagai sudut Kota Semarang. Mie ini berisi mie kuning, tahu goreng dan ketupat yang diiris-iris dan ditaburi kecambah, daun seledri dan krupuk gendar.  Mie kopyok yang paling terkenal di Semarang adalah Mie Kopyok Pak Dhuwur di Jalan Tanjung.







No comments:

Post a Comment