KOTA SEMARANG (Ibu Kota Jawa Tengah).
Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-6 M, yaitu daerah
pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan
bagian dari kerajaan Mataram Kuno.
Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya
terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga
sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu
membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini
dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan
berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan
Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho
bersandar pada tahun 1435 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng
Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi
dan disebut Kelenteng Sam Po Kong (Gedung Batu).
Tahun 1946 Inggris atas nama Sekutu
menyerahkan kota Semarang kepada pihak Belanda. Ini terjadi pada
tanggal l6 Mei 1946. Tanggal 3 Juni 1946 dengan tipu muslihatnya, pihak
Belanda menangkap Mr. Imam Sudjahri, wali kota Semarang
sebelum proklamasi kemerdekaan. Selama masa pendudukan Belanda tidak
ada pemerintahan daerah kota Semarang. Namun para pejuang di bidang
pemerintahan tetap menjalankan pemerintahan di daerah pedalaman atau
daerah pengungsian di luar kota sampai dengan bulan Desember 1948.
daerah pengungsian berpindah-pindah mulai dari kota Purwodadi, Gubug,
Kedungjati, Salatiga, dan akhirnya di Yogyakarta. Pimpinan pemerintahan
berturut-turut dipegang oleh R Patah, R.Prawotosudibyo dan Mr Ichsan.
Pemerintahan pendudukan Belanda yang dikenal dengan Recomba berusaha
membentuk kembali pemerintahan Gemeente seperti pada masa kolonial dulu
di bawah pimpinan R Slamet Tirtosubroto. Hal itu tidak berhasil, karena
dalam masa pemulihan kedaulatan harus menyerahkan kepada Komandan KMKB
Semarang pada bulan Februari 1950. tanggal I April 1950 Mayor Suhardi,
Komandan KMKB. menyerahkan kepemimpinan pemerintah daerah Semarang
kepada Mr Koesoedibyono, seorang pegawai tinggi Kementerian Dalam Negeri
di Yogyakarta. Ia menyusun kembali aparat pemerintahan guna
memperlancar jalannya pemerintahan.
Semarang,
adalah kota metropolis yang berkembang dengan banyak keajaiban alam dan
sejarah yang patut untuk dijelajah. Ibu kota provinsi Jawa Tengah ini,
terletak di Pantai Utara Jawa dan merupakan pelabuhan utama di sepanjang
pesisir Pantai Utara. Banyak orang terkesima melihat bagaimana kota ini
mempercantik diri dengan tetap mempertahankan budayanya yang heterogen.
Di kota ini akan Anda rasakan sentuhan harmonisasi budaya Jawa bersama
budaya China, Arab, dan Belanda.
Sejarah
Semarang berasal dari abad ke-9, ketika itu Semarang dikenal sebagai
Pergota. Kota ini memiliki situs sejarah berupa bangunan kolonial dan
monumen kolonial yang masih berdiri sampai saat ini.
Posisinya Semarang yang terletak di Laut
Jawa adalah strategis bagi perdagangan sejak dahulu. Kota ini sejak
dahulu memang menjadi wadah pencampuran berbagai budaya dan etnis dari
Asia Timur dan Eropa. Saat Semarang dihuni sekira 1,5 juta jiwa.
Anda
dapat melihat pengaruh budaya yang heterogen ini dengan
mengunjungi kawasan Kauman, Pecinan, dan Kota Lama.Bahkan, di Kota Lama
yang dekat pelabuhan dapat Anda jelajahi bangunan tua bersejarah yang
dulunya merupakan kawasan perdagangan Eropa. Landmark terbesar di sini
adalah Geraja Blenduk, sebuah kubah gereja Belanda yang berasal dari
tahun 1753.
Saat ini Semarang pun menjadi
tempat singgah kapal pesiar asing yang berlabih Tanjung Emas. Wisatawan
yang memanfaatkan kapal pesiar internasional berhenti di Semarang untuk
mengunjungi berbagai tujuan wisata di Jawa Tengah termasuk Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

No comments:
Post a Comment