KOTA MANOKWARI IBUKOTA PAPUA BARAT
Manokwari terletak di pantai utara Daerah Kepala Burung Pulau Papua. Kota ini merupakan salah satu kota bersejarah bagi masyarakat Kristen di Papua karena pada tanggal 5 Februari 1855, dua orang penginjil mendarat di Pulau Mansinam dan memulai karya penyebaran agama Kristen Protestan
di kalangan suku-suku yang masih suka berperang satu sama lain. Pulau
Mansinam dapat dicapai dengan menyewa kapal atau speedboat dari
Pelabuhan Ketapang, di jalan Pasir Putih. Manokwari membentang di Teluk Doreri, dan di tengah perbukitan rendah didominasi oleh pegunungan Arfak di selatan.Dari kejauhan gunung ini membentuk seperti meja terletak kira-kira 2 km
dari Kota Manokwari dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dan roda
dua. Areal gunung meja merupakan Hutan yang sangat ideal untuk olahraga
hiking, piknik keluarga serta penelitian. Di kawasan hutan wisata ini
dibangun Tugu Jepang yang merupakan monumen peringatan Pendaratan
tentara Jepang divisi 221 dan 222 di Manokwari pada waktu Perang Dunia
II dari lokasi ini dapat menikmati pemandangan Kota Manokwari.
Provinsi Papua Barat ini meski telah dijadikan provinsi tersendiri,
namun tetap mendapat perlakuan khusus sebagaimana provinsi induknya.
Provinsi ini juga telah mempunyai KPUD sendiri dan menyelenggarakan
pemilu untuk pertama kalinya pada tanggal 5 April 2004.Pantai Maruni terletak sekitar 20 km dari pusat kota Manokwari, menuju
ke arah Selatan dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4. Pantai
ini dihampari lapisan pasir kuarsa hitam bercampur bebatuan kerikil.
Aktivitas yang dapat dilakukan di pantai ini, antara lain : memancing,
berperahu, dan berenang.
Lambang Daerah berbentuk Tameng /Perisai melambangkan pertahanan dengan
warna utama Kuning, Biru, Merah dan Hijau. Sedangkan warna pendukung
Hitam dan Putih, di dalamnya terdapat unsur-unsur lambang dan tulisan
Papua Barat, serta didesain dengan Pita berwarna Kuning dengan tulisan
”Cintaku Negeriku”.Terletak sekitar 5 km dari pusat Kota Manokwari dapat dicapai dengan
kendaraan roda empat dan roda dua dengan waktu 15 menit Pantai ini
sangat nyaman untuk rekreasi berenang, jemur panas, pasirnya putih dan
berombak kecil. Kawasan ini memiliki pulau-pulau yang panorama alamnya
sangat indah dan tenang di pulau-pulau in ada masyarakat nelayan dengan
perkampungan tradisional. Di beberapa pulau ini terdapat hamparan
terumbu karang dengan jenis-jenis biota lautnya dari cocok untuk
kegiatan selam.
Dan pantai yang satu ini juga mampu menunjukkan taring nya sebagai pantai yang patut di kunjungi yaitu Pantai amban .
Walaupun Pantai Amban berpasir hitam, namun pesona pantai ini tak
kalah dengan pantai pasir putih lainnya. Panjang Pantai Amban sekitar
satu kilometer dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Pantai
ini memiliki ombak dengan ketinggian hingga mencapai dua meter dan cocok
digunakan untuk berselancar. Namun jika ingin mencoba untuk menaklukkan
ombak di pantai ini harus membawa peralatan selancar sendiri karena
tidak terdapat fasilitas penyewaan perlengkapan surfing.
Panorama
cakrawala saat matahari terbit dan tenggelam pun menjadi daya tarik
tersendiri bagi pantai ini. Jangan lewatkan kesempatan untuk
mengabadikan momen tersebut. Fasilitas wisata di pantai ini pun bisa
dibilang tidak ada, karena belum ada pihak yang mengelolanya. Jika ingin
menghabiskan waktu lebih lama lagi, kita bisa mencari penginapan di
kota Manokwari.
semoga dapat menjadi referensi rekreasi keluarga anda...

No comments:
Post a Comment