TERNATE IBU KOTA MALUKU UTARA
Kondisi topografi Kota Ternate dengan sebagian besar daerah bergunung
dan berbukit, terdiri atas pulau vulkanis dan pulau karang dengan
kondisi jenis tanah Rogusal ( Pulau Ternate, Pulau Hiri, dan Pulau Moti) dan Rensika
(Pulau Mayau, Pulau Tifure, Pulau Maka, Pulau Mano dan Pulau Gurida).
Kondisi topografi Kota Ternate juga ditandai dengan keberagaman
ketinggian dan permukaan laut antara 0-700 m dpl.Pada masa Orde Baru, daerah Moloku Kie Raha ini terbagi menjadi dua
kabupaten dan satu kota administratif. Kabupaten Maluku Utara beribukota
di Ternate, Kabupaten Halmahera Tengah beribukota di Soa Sio, Tidore
dan Kota Administratif Ternate beribukota di Kota Ternate. Ketiga daerah
kabupaten/kota ini masih termasuk wilayah Provinsi Maluku.
Pada tahun 1963, sejumlah tokoh partai politik seperti Partindo, PSII, NU, Partai Katolik dan Parkindo melanjutkan upaya yang pernah dilakukan dengan mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah-Gotong Royong
(DPRD-GR) untuk memperjuangkan pembentukan Provinsi Maluku Utara.
DPRD-GR merespons upaya ini dengan mengeluarkan resolusi Nomor
4/DPRD-GR/1964 yang intinya memberikan dukungan atas upaya pembentukan
Provinsi Maluku Utara. Namun pergantian pemerintahan dari orde lama ke
orde baru mengakibatkan upaya-upaya rintisan yang telah dilakukan
tersebut tidak mendapat tindak lanjut yang konkrit.Perekonomian daerah sebagian besar bersumber dari perekonomian rakyat
yang bertumpu pada sektor pertanian, perikanan dan jenis hasil laut
lainnya.
Untuk tempat rekreasi di Ternate banyak pilihan berikut salah satunya adalah Benteng Oranje.situs sejarah ini tampak sangat tak terurus. Tembok benteng yang
tingginya sekitar lima meter memang masih berdiri kukuh, namun penuh
dengan coretan grafiti—yang tak jarang merupakan kata-kata tak senonoh.
Kerak dan lumut ikut menggerogoti bangunan seluas 180 x 165 meter ini.bahagian bawah dinding benteng merupakan ruangan yang disekat, biasanya
digunakan untuk penjara, ruang sipir, ruang opas dan sebagainya. Bagian
atas ruangan adalah ruas jalan yang dipakai untuk kepentingan patroli.
Sedangkan sudut benteng digunakan untuk pertahanan utama – dalam kasus
benteng Oranje, setiap sudutnya dihiasi dengan beberapa meriam berbagai
ukuran.Memiliki sejarah panjang diperebutkan berbagai bangsa, Ternate punya
banyak benteng bila dibandingkan dengan luas daerahnya yang hanya
sekitar 76 kilometer persegi. Selain Benteng Oranje, beberapa benteng
lain di kota ini antara lain Benteng Tolluco, Kalamata, Kota Janji,
Santosa, dan Takome. Ada yang telah dipugar sehingga bentuk bangunannya
masih kukuh, seperti Benteng Kalamata, namun ada pula yang tinggal
sisa-sisa.
pantai Sulamadaha Terletak di Desa Sulamadaha Kecamatan Pulau ternate yang berjarak
sekitar 14km dari pusat kota Ternate ini dapat kita tuju menggunakan
kendaraan pribadi maupun angkot. Setelah sampai di parkiran, kita di
masih harus jalan kaki lagi sekitar 10 menit untuk sampai di pantai ini.
Tapi tenang aja, dalam 10 menit itu kamu nggak bakal rugi, karena bakal
di temani dengan pemandangan yang mempesona dan jarang di temui di
tempat-tempat lain.Pantai Sulamadaha berhadapan langsung dengan Pulau Hiri yang dahulu
menjadi tempat pengasingan Sultan Muhammad Djabir Syah untuk menghindari
penangkapan dari Belanda. Pulau ini merupakan bukit dengan tumbuhan
hijau yang menjadikan Pantai Sulamadaha semakin sejuk dan indah. Selain
ditemani oleh Pulau Hiri, di arah barat Pantai Sulamadaha terdapat Teluk
Saomadaha yang berbentuk piramid dan berpasir putih. Di dasar perairan
teluk ini terdapat taman laut menjadikan tempat ini merupakan spot yang
cocok untuk diving dan snorkeling di area Pantai Sulamadaha.
Danau laguna merupakan sebuah danau yang berlokasi di Desa Ngade, Kelurahan Fitu,
Kecamatan Kota Ternate Selatan, Maluku Utara. Karena danau tersebut
berlokasi di Desa Ngade, maka tak heran bahwa banyak orang menamai danau
ini Danau Ngade, sehingga nama lain Danau Laguna tersebut adalah Danau
Ngade. Laguna menunjuk ke laguna pantai yang terbentuk oleh pasir atau karang
di pantai yang dangkal dan laguna atol yang terbentuk dari pertumbuhan terumbu karang. Dari bahasa Inggris inilah kata laguna dalam bahasa Indonesia berasal.keadaan air dalam laguna bisa agak berbeda dari air terbuka di laut dalam hal suhu, salinitas, oksigen yang dibebaskan dan muatan sedimen.
Semoga menjadi referensi keluarga anda..

No comments:
Post a Comment