
KOTA JAYAPURA IBUKOTA PAPUA JAYA
Mungkin sebagian dari kita akan mengenal Papua hanya dari tambang Freeport atau Burung Khas mereka Cendarawasih saja, Tahu tidak selain dari itu semua, papua juga memiliki keindahan alam kelas dunia. sebelum saya jabarkan keindahan alam seperti apa yang di miliki oleh Papua, mari kita berkenala lebih dekat dulu Kota Jayapura.
Kota ini sempat disebut Kota Baru dan Sukarnopura (Sukarnapura, 1964) sebelum memangku nama yang sekarang pada tahun 1968. Arti literal dari Jayapura, sebagaimana kota Jaipur di Rajasthan, adalah 'Kota Kemenangan' (bahasa Sanskerta: jaya yang berarti "kemenangan"; pura: "kota"). Luas Kota Jayapura adalah 940 Km2 atau 940.000 Ha, terdiri dari 5
distrik, terbagi habis menjadi 25 kelurahan dan 14 kampung. Sedangkan
untuk letak astronomis, Kota Jayapura terletak pada 1°28”17,26”LS -
3°58’082”LS dan 137°34’10,6”BT - 141°0’8’22”BT.
Di awal tahun 700 M, pedagang Persia dan Gujarat mulai berdatangan ke
Papua, juga termasuk pedangan dari India. Tujuan mereka untuk mencari
rempah-rempah di wilayah ini setelah melihat kesuksesan pedangang asal
China. Para pedagang ini sebut nama Papua dengan Dwi Panta dan juga
Samudranta, yang artinya Ujung Samudra dan Ujung Lautan.
Pada akhir tahun 1300, Kerajaan Majapahit menggunakan dua nama, yakni
Wanin dan Sram. Nama Wanin, tentu tidak lain dari semenanjung Onin di
daerah Fak-Fak dan Sram, ialah pulau Seram di Maluku. Ada kemungkinan,
budak yang dibawa dan dipersembahkan kepada Majapahit berasal dari Onin
dan yang membawanya ke sana adalah orang Seram dari Maluku, sehingga dua
nama ini disebut.
Kabupaten Puncak Jaya
merupakan kota tertinggi di pulau Papua, sedangkan kota yang terendah
adalah kota Merauke. Sebagai daerah tropis dan wilayah kepulauan, pulau
Papua memiliki kelembaban udara relative lebih tinggi berkisar antara
80-89% kondisi geografis yang bervariasi ini mempengaruhi kondisi
penyebaran penduduk yang tidak merata. Pada tahun 1990 penduduk di pulau
Papua berjumlah 1.648.708 jiwa dan meningkat menjadi sekitar 2,8 juta
jiwa pada tahun 2006.Puncak Jaya masih sedikit tertutup es, ada beberapa gletser
di lereng, termasuk Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat,
dan Gletser Northwall Firn Timur, baru-baru ini dikabarkan lenyap.
Gletser di Puncak Trikora di Pegunungan Maoke menghilang sama sekali dalam kurun waktu antara 1939 dan 1962. Sejak tahun 1970-an, bukti dari citra satelit menunjukkan gletser Puncak Jaya telah menyusut dengan cepat. Gletser Meren mencair antara tahun 1994 dan 2000. Sebuah ekspedisi yang dipimpin oleh Lonnie Thompson paleoclimatologist pada tahun 2010 menemukan bahwa gletser menghilang pada tingkat ketebalan 7 meter per tahun..
Selain Puncak jaya yang terkenal di kalangan pendaki profesional kita bahkan mancanegara, ada lagi tempat yang wajib kita kunjungi seperti Pegunungan Cycloop akan menjadi salah satu kawasan yang dikembangkan sebagai objek wisata.Untuk mencapai lokasi dari pegunungan ini, anda bisa datang ke berbagai
lokasi dan tergantung dengan tujuan wisata anda, apakah ingin sekedar
melihat-lihat di kawasan lereng, hiking sembari melihat kawasan cagar
alam atau mendaki hingga ke puncak tertinggi.
Pegunungan Cyclops yang memiliki panorama alam indah ini, juga
memiliki banyak kekayaan alam yang harus dilestarikan. Tak hanya itu,
sisi budaya dari masyarakat sekitar pun bisa kita ambil beberapa
pelajaran berharga di dalamnya.
Maka dari itu, jika anda berkesempatan untuk mengenal lebih dekat
Pegunungan Cyclops, jangan sia-siakan kesempatan tersebut. Nikmati
keindahan alamnya dan petiklah pelajaran berharga dari tempat ini.
Ya ini dia primadona baru yang terus di kembangkan oleh pemerintah pusat dan daerah agar dapat terus menarik wisatawan mancanegara sebagai pilihan Wisata selain Pulau Bali.Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk
dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan
Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari
10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin
juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah
air pada saat ini.Ada beberapa kawasan terumbu karang
yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang
hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan
Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan
Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah
terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan
juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di
kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan
hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri,
karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan
terkena sinar matahari langsung.
Mengunjungi kepulauan ini tidaklah terlalu sulit walau memang memakan
waktu dan biaya cukup besar. Kita dapat menggunakan maskapai penerbangan
dari Jakarta atau Bali ke Sorong via Makassar atau Ambon dan Manado
selama kurang lebih 6 jam penerbangan. Dari Sorong, kota yang cukup
besar dengan fasilitas lumayan lengkap. Untuk menjelajahi Raja Ampat
pilihannya ada dua, ikut tur dengan perahu pinisi atau tinggal di resort
Raja Ampat Dive Lodge. Sekalipun kebanyakan wisatawan yang datang ke
Raja Ampat saat ini adalah para penyelam, sebenarnya lokasi ini menarik
juga bagi turis non penyelam karena juga memiliki pantai-pantai berpasir
putih yang sangat indah. Semoga dapat menjadi Referansi Wisata anda.

No comments:
Post a Comment